TANAMAN WIJAYA KUSUMA

Tanaman wijaya kusuma termasuk dalam famili kaktus. Menurut para ahli botani, tanaman ini asalnya dari hutan tropis di  Amerika Selatan. Ia mampu hidup di daerah yang bersuhu sedang hingga tropis.

Bagian batang dan daun pada tanaman ini baru dapat dilihat bedanya setelah ia berumur cukup tua. Daun berbentuk pipih, halus tanpa duri, warnanya hijau, ada tulang daun di tengahnya. Sekeliling tepi daun ada lekukan-lekukan tempat bakal daun atau bakal bunga muncul. Daun yang menua akan mengeras dan mengecil membentuk batang tanaman.

Aku punya tanaman ini sudah beberapa tahun, lupa persisnya dari kapan, ambil bibit steknya dari punya Om di Karawang. Ya, gampang sekali cara pembiakan tanaman ini, seperti kaktus umumnya deh! Cukup stek batang atau daun aja. Kalau sukses, beberapa minggu akan muncul bakal daun di lekukannya. Ia akan tumbuh memanjang terus, jadi baiknya dikasih senderan supaya nggak rubuh, atau diikat di pagar. Kalau nggak mau tumbuh tinggi, harus rajin dipotong. Jangan dibuang potongannya! Sayang, tanam aja lagi biar berumpun nanti.

Seingatku ia sudah beberapa kali berbunga. Setahun bisa sampai dua kali, tergantung cuaca sih kayanya. Nah, sudah dua bulan ini Cikarang hampir tiap hari hujan, kadang deres, seringnya rintik-rintik. Kalaupun nggak hujan, pasti mendung seharian. Cuaca seperti itu bikin udara sehari-hari jadi ekstra dingin. Ini memicu tanaman menumbuhkan bunga.

Bunga Wijaya Kusuma

Bunga wijaya kusuma tidak mudah munculnya, tergantung pada iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaan. Oya, mungkin juga tergantung siapa pemilik tanaman……he. Ini sih kata orang lho!

Bunga akan merekah hanya satu kali saja. Perhatikan : HANYA SATU KALI SAJA!! Waktu merekahnya dimulai pada menjelang tengah malam. Pada waktu ia merekah penuh, yaitu pas tengah malam, diameternya mencapai 10-15 sentimeter. Kelopak bunga warnanya putih bersih. Saat  mekar ia mengeluarkan bau yang amat wangi….(*hiiiii…). Semakin menjelang pagi ia makin menguncup kembali, dan takkan mekar lagi untuk selama-lamanya…..

Proses Mekarnya Si Bunga Langka

Seperti inilah keadaan bunga wijaya kusuma yang akan mekar malam harinya. Hari itu seharian Cikarang hujan rintik-rintik. Tanaman dan bunga yang aku taruh dibawah naungan pohon basah. 

Hari masih  jam 7.30 malam, tapi bunga sudah menunjukkan tanda-tanda mulai merekah. Lihat kuncup mulai membuka. Ini rasanya pengaruh dari cuaca yang sedang musim hujan, sangat dingin dan lembab, sehingga mempengaruhi awal proses mekar bunga ini. Waktu cuaca nggak sedingin ini,  biasanya dia baru menunjukkan tanda akan mekar sekitar jam 10 malam.

Selang satu jam berikutnya rekahan semakin lebar. Ini benar-benar cepat. Biasanya diluar musim penghujan posisi bunga seperti ini ini dicapai sekitar jam 11 lewat. Dalam keadaan kaya gini, bau wanginya sudah tercium. Nggak perlu deketin hidung ke kelopak, wong jarak beberapa meter aja udah kecium wanginya….uhmmm.

Belum jam sepuluh malam tapi bunga wijaya kusuma sudah mendekati mekar sempurna….hebat!! Ini artinya dia akan mengalami fase merekah sempurna yang lama juga nih, lebih dari dua-tiga jam.

Betul kan? Belum jam 12 malam tapi bunga sudah mekar sempurna. Coba kita lihat…

Hari makin malam, cuaca diluar juga makin dingin dan angin juga lumayan kenceng. Titik hujan masih sesekali membagi basahnya.

Hoahhhemm! Ngantuuk berat. Nggak tahan lagi, aku tidur aja deh. Kita lihat besok pagi akan seperti apa dia….

 

“Heavenly Beautiful”

Advertisements

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

Mind Release

Relax is the key to the higher conscience

ocehan

Just another WordPress.com site

Mata, Rasa & Kata Muadzin

Wadah. Agar tertampung. Tak terbuang.