The 34th JGTC 2011


Mejeng sejenak

JGTC = Jazz Goes To Campus, tempatnya di Kampus FEUI Depok. Tahun 2011 adalah ajang JGTC yang ke 34!

Sebetulnya kami nggak mania jazz atau JGTC fanatikers. Kenapa kami beberapa kali datang setelah sudah tinggal jauh di Bekasi, agak sulit juga dijawab. Mungkin karena nostalgia jaman mahasiswa. Pengen nonton artis tertentu yang tampil juga tidak, ketagihan mungkin .. haha.

34th JGTC

Hari H tanggal 4 Desember, Minggu. Hajatannya dijadwalkan siang menjelang tengah hari sampai tengah malam. Makin malam makin top juga yang perform. Kami, berhubung tinggalnya jauh dan besoknya Senin pula, ada yang kerja ada yang sekolah, nggak berani pulang terlalu malam karena takut nggak bisa bangun pagi. Maka jadilah menikmati yang ada sesuai waktu yang bisa kita kompromikan.

Waktu datang ke lokasi, sekitar hampir jam 11 siang, kami agak heran koq masih sepi? Padahal tahun lalu wah ramainya sampai sesak. Tapi ternyata setelah lewat jam 2 siang yang datang mulai banjir. Rupanya mungkin mereka sudah punya gebetan masing-masing yang akan ditonton :D.

Tiket

Ada satu band yang menarik perhatian aku waktu lihat jadwal performance di 3 panggung konser, yaitu Tribute to Level 42 Band asal Indonesia. Aku termasuk penggemar Level 42, band asal Inggris yang leadernya Mark King itu, sejak SMP. Jujur setelah album “Staring at The Sun” aku sudah nggak sempat ngikutin perkembangannya lagi karena berbagai alasan klise, kuliah lalu berumahtangga. Tapi walau bagaimanapun masih lekat di ingatan dan di lidah, lirik-lirik lagu di awal kemunculan Level 42 di jagat musik komersial. Lessons In Love, Running In The Family, Something About You, adalah di antaranya.

Sayangnya Tribute To Level 42 Band nggak tampil lama, hanya beberapa lagu. Aku hanya sempat merekam performance mereka satu lagu saja : “Lessons In Love” (klik untuk lihat videonya).
Enjoy 😀


Advertisements

32nd JGTC

Kami berempat jadi juga nonton JGTC tahun ini. Yang pualing semangat nonton beneran sih Ayah, kalo aku, mungkin karna udah ada anak-anak, semangat nontonnya udah bergeser.  Pikiran terbelah 2 antara mau nonton bener-bener dengan mau nyenengin anak-anak biar disana gak bete, pulangnya hepi.

Sampai lokasi acara pas mo makan siang. Tapi, berhubung sarapannya udah kesiangan (baru jam 10-an gitu deh, kan kalo hari Minggu kebiasaan kita emang bangun siang sa’enake dhewe) kita gak ada yang lapar. Aku ma anak-anak cuci mata dulu di bazar. Malah karena pengunjung masih sepi sempet ke kios mehndi, Putri ma Nisa tangannya dilukis mehndi. Belanja, beli suvenir kaos dan pin.

Capek keliling bazar langsung ke stage C, kebagian nonton atraksinya Children Workshop. Seru ya, anak sekarang kecil-kecil dah bisa main jazz. Gimana gedenya ntar? Trus dilanjut ada Indonesian Youth Regeneration. Anak-anak juga. Cuma kok prasaan jam segitu (jam 2-an siang) penonton belum penuh, gak seperti tahun lalu. Padahal cuaca lumayan bagus, sempet panas sebentar lalu mendung, gerimis sedikit, untung nggak deres banget. Kios payung ludes diserbu pembeli.

Jam 4 kami cabut. Kalo nurutin keinginan, maunya tunggu malem sampai muncul Balawan dan Syaharani. Tapi kan besok hari Senin, anak-anak masuk pagi semua. Terpaksa kami pulang, hujan agak bertambah deres, aku terpaksa pake jas hujan menuju parkir mobil. Bye JGTC, see you next year!

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

Mind Release

Relax is the key to the higher conscience

ocehan

Just another WordPress.com site

Mata, Rasa & Kata Muadzin

Wadah. Agar tertampung. Tak terbuang.