BIMO

Bimo

Bimo baru lahir

Life begin at 40 … begitu kata-kata populer yang sering diucapkan orang. Buatku itu betul-betul sebuah awal dari kesibukan luar biasa (lagi), setelah kira-kira 13 tahun absen ngurusin bayi. Di umurku yang segitu Tuhan kasih hadiah yang gak kira-kira, yang luar biasa… Bimo.

Tuhan…terima kasih jika Kau percaya aku bisa mengantar seorang anak lagi untuk menjalani kehidupan, Kau tahu tentunya, dengan segala kekuranganku juga. Aku kan bukan ibu yang sempurna.

919443_648466575179823_1695857590_o

Bimo di usia 6 bulan

image

~~~~~~~~~

 

 

Advertisements

TAHU SUSU LEMBANG

 

Hari Minggu tanggal 20 November 2011 aku dan para ibu dari asal RW yang sama, pergi berwisata ke Lembang, Bandung – Jawa Barat.

Tempat yang kita datangi ini untuk yang belum pernah kesana, mungkin akan sedikit tertipu dengan penampakan gerbang masuknya yang mirip-mirip POM bensin :

 

Gerbang masuk Tahu Susu Lembang?

Gerbang masuk Tahu Susu Lembang?

 

Jalan Raya Lembang Nomor 177 tepatnya lokasinya.

Ada apa di dalam sana? Ada tahu . Hahaha, pastinya. Ya tapi apa cuma itu? Tidak hanya itu dan juga bukan tahu yang umumnya dijual di tempat belanja seluruh Indonesia.

Keistimewaannya adalah tahu disini dibuat dengan campuran susu murni jadi rasanya sangat lain dengan tahu yang hanya berbahan kedelai saja. Lebih gurih dan lembut, dan yang paling penting adalah tanpa tambahan bahan pengawet. Makanya dalam bentuk mentah, tahu paling lama hanya bisa bertahan 2 hari di dalam lemari es. Lebih dari itu kesegaran dan kemurniannya akan langsung berkurang karena pasti sudah disusupi jamur atau bakteri.

Masuk ke dalamnya setelah melewati gerbang yang sedikit menipu tadi, ternyata bukan sekadar tempat jajanan tapi pabrik tahunyapun ada disana!

Kita bisa langsung melihat proses pembuatan tahu susu sejak awal perebusan hingga pengemasan. Makanya dijamin, tahu yang kita beli disana pastinya masih segar, fresh from the factory. Masih anget ..

 

Tungku-tungku super besar tempat merebus adonan dasar tahu susu ... muat sih untuk 5 orang ūüėÄ

 

Tungku perebusan tampak samping

 

Adonan tahu yang mirip dengan bubur itu melewati lagi beberapa tahapan sebelum akhirnya dicetak dan dibiarkan beku.

 

Bubur tahu dicetak dengan cara dibungkus dengan kain

 

Tahu yang belum jadi

 

Tahu yang sudah mengeras dan dibuka cetakannya

 

Tahu yang sudah jadi ada yang dikasih variasi warna kuning dari bahan kunyit

 

Nah, pengunjung bisa beli langsung tahu susu sebagai oleh-oleh. Mau yang putih atau yang kuning?

Di sisi lain bagunan yang berfungsi sebagai tempat mengolah tahu susu, berderet kios yang menjual aneka produk berbahan tahu susu. Mulai dari tahu susu goreng, kembang tahu susu, krupuk tahu susu, kupat tahu susu, baso tahu susu, batagor, sampai makanan lain yang nggak ada tahunya, seperti mi kocok Bandung, spaghetti dan aneka minuman.

Tempat ini cocok buat wisata keluarga karena ada fasilitas bermain untuk anak.

 

Rombongan mejeng sejenak sebelom belanja oleh-oleh

~~~~~

KUMPUL-KUMPUL TEMAN LAMA

 

 

Sejak buka akun di salah satu jejaring sosial, mulai deh nyambung lagi sama teman-teman jaman sekolah dulu. Mulai dari teman SD sampai teman kuliah komplit.

 

Salah satu eksesnya adalah niat pada pengen ketemuan, yah, setelah lama banget nggak ketemu, walaupun sudah liat tampang masing-masing di foto profil, mungkin memang lebih afdol ya kalau sesekali kumpul lagi.

 

Bertempat di Cilandak Town Square, suatu hari di bulan Januari (ceile) jadilah reuni kecil-kecilan itu. Senang rasanya bisa berbagi cerita, ketemuan, walaupun nggak semua teman yang kepingin ikut bisa datang, semoga lain waktu bisa kumpul lagi dengan lebih banyak teman.

 

 

 

 

LEBARAN TAHUN 2010

 

 

 

Tahun ini kami nggak punya rencana khusus. Pertama tama karena jadwal cuti kerja Ayah gak memungkinkan untuk beracara lama, jadi ya jalani aja apa adanya yang penting bahagia dan selalu bersama …

Hari pertama dan juga kedua, biasanya ketiga juga, selalu jadi jatah silaturahmi kepada kerabat yang dekat.

Hari sisanya, kami ke Tangkuban Parahu, situs wisata favorit.

 

Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung terbesar di dataran Parahyangan, adanya di utara Lembang Bandung. Udaranya sejuk banget, hamparan kebun tehnya luas, berlembah-lembah. Sepanjang jalan menuju gerbang masuknya berderet pohon pinus yang tinggi-tinggi, selang seling dengan pohon pakis raksasa.

 

 

Ketika kami berkunjung ke sana, cuaca sedang hujan. Sesekali lebat, tapi lebih banyak rintik dan masih bisa bersahabat untuk jalan-jalan menikmati pemandangan. Kabut begitu tebal turun sampai menghalangi pandang. sesekali naik ke atas seperti ada yang meniup, lalu bergerak turun lagi begitu berulang kali. Angin dingin luar biasa, maklum kami kan sudah terbiasa tinggal di Cikarang panas, hehehe.

 

 

 

 

 

Di kawasan ini ada tiga kawah besar yaitu Kawah Ratu, Kawah Domas dan Kawah Upas.

 

 

 

 

Nah, salah satu pemandangan unik yang terekam mata adalah tanaman yang mendominasinya, yakni¬†tanaman yang daunnya akan berwarna kemerah-merahan kalau sudah tua. Warga sekitar menamainya pohon manarasa. Daun yang sudah berwarna merah bisa dimakan, katanya sih rasanya mirip daun jambu tapi sedikit berasa asam. Katanya … soalnya kami juga nggak ada yang nyoba karena nggak tahu. Daun ini katanya juga bisa jadi obat diare dan obat awet muda, hahahaha …. ¬†Daun ini sepertinya juga dipercaya oleh masyarakat sekitar selalu dimakan oleh Dayang Sumbi yang awet muda dalam legenda terjadinya Gunung Tangkuban Perahu.

 

 

 

Banyak penjual makanan panas, mulai dari kopi, teh, cilok, apa aja deh. Bandrek juga ada, malah ini jadi ciri khas daerah ini. Dijamin kalau anda kemari saat cuaca seperti ini, hampir tiap jam perut minta diisi soalnya bawaannya lapar terus. Tipsnya jangan terlalu banyak minum sebab bikin beser, alias kepingin ke belakang terus, padahal fasilitas MCKnya masih saja belum berubah sejak beberapa tahun lalu kita terakhir kemari. Antrean panjang masih jadi pemandangan biasa di depan MCK.

 

POSYANDU

PERAYAAN ULANG TAHUN POSYANDU

 

Hari Senin tgl. 14 Juni 2010 yang lalu, dalam rangka perayaan ulang tahun Posyandu di RW tempat tinggalku di Cikarang Baru, kami buat acara sederhana untuk menyenangkan hati anak-anak terutama balita. Tapi di sisi lain, acara ini juga dibuat untuk menambah pengetahuan ibu-ibunya, sekaligus menyenangkan hati dan isi kantong mereka pula … Hmmm, boleh juga kan acara ini ? Sekali dayung banyak lapisan usia yang terbahagiakan …

Buat sasaran utama acara ini yaitu anak-anak, kita undang penghibur yang memang jagonya ‘megang’ anak-anak kecil : badut-badut sulap. Mereka komunikatif banget, dan sangat siap dengan macam-macam cara untuk membuat anak tersita perhatiannya. umumnya anak-anak itu sangat senang dan jadi berani tampil, tapi ada juga beberapa yang takut sama Om Badut …

 

Nah, setelah anak-anak itu tersita perhatiannya ke si Om Badut yang kocak, giliran para Ibu yang ‘digarap’ … hehehe. Sementara itu anak-anak menuju tempat rahasia supaya tidak mengganggu acara penyuluhan buat kaum Ibu … ayo Om, cabuuut !!!!

 

… sementara itu di suatu tempat rahasia, anak-anak terpisah dari ibu-ibunya setelah ‘diculik’ oleh Om Badut …

 

Sambil mendengar penjelasan seputar susu dan balita, ibu-ibu bisa belanja stok susu buat balitanya di konter yang sudah siap melayani pembeli hari itu. Murah nih, jauh di bawah harga pasar !! Ayo borong ….

 

Alhamdulillah …. Acara usai tepat sesuai jadwal yang direncanakan … anak-anak senang, ibu-ibunya juga riang, tinggallah para kru dan pengurus Posyandu yang letih tapi puas. Oke deh, mejeng dulu ya … klik !! Lho, udah tho, nggak terasa ah ….

Sampai jumpa semuanya, semoga kelak kami bisa buat acara semacam ini yang lebih dalam segala-galanya …………….

 

Ucapan terima kasih kepada :

* PT Nestle Indonesia.

* Seluruh kru roadshow yang terlibat.

* Seluruh pengurus Posyandu RW 08 Kelurahan Jayamukti Cikarang Baru.

* Seluruh warga yang turut meramaikan acara ini.

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000494596049

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LIBUR AKHIR TAHUN 2009 : SITU PATENGAN – KAWAH PUTIH – RANCA UPAS

 

ET CETERA

 

 

TANGGAL 30 DESEMBER 2009 : SAUNG ANGKLUNG MANG UDJO

Dua hari lagi menuju pergantian tahun 2009. Kita sudah tiga hari keliling Ciwidey. Puas sih belum, relatif. Kalau ada yang tanya ke aku, masih mau nggak kapan-kapan kemari lagi? Jawabnya : mau! Banget! Kenapa? Sebab suasana daerah sini aku suka. Pegunungannya, pemandangan hamparan kebunnya, kabutnya, dingin sejuknya, makanan khasnya, buat aku semuanya ngangenin. Ngeliat pegunungan membuka gambar baru tentang bumi yang kita injak sehari-hari, yang datar, beralas semen, keramik, berpagar beton, berangin dingin AC, kipas angin….. Gambar yang sekarang lebih indah, membumi, natural, murni, tak tersentuh teknologi moderen. Gambaran bumi kita di waktu dulu……

Jadi, ngapain kita hari ini? 

Ayah sudah punya rencana idamannya : ke Bandung. Lokasi tepatnya ke Saung Angklung Mang Udjo, di daerah Bandung Timur di jl. Padasuka. Rasa-rasanya Ayah terlalu penasaran sama tempat itu. Puter-puter kita cari lokasinya, sampai keliling dua kali di jalan yang sama! Hhhh…syukur alhamdulillah ketemu, masa enggak sih.

Sebelum masuk pintu pagar tempat ini, nggak terbayang kalau suasana di dalamnya akan rimbun dan teduh banget. Kejutan yang menyenangkan! Umpama dijadikan penginapan pun bagus. Suasana tempatnya ditata cantik, dirimbuni rumpun bambu dimana-mana sehingga teduh dan ‘homy’. Setitik oase di tengah hiruk pikuk kota Bandung, begitulah kira-kira.¬†

Di banyak tempat di areal ini dibangun saung dari bambu, lesehan atau juga ada yang dikasih seperangkat meja kursi, dari bambu tentunya. Ada semacam auditorium di tengah lokasi, yang sepertinya dipakai acara pementasan-pementasan yang melibatkan alat musik bambu. Ada perangkat lengkap angklung dan alat musik sejenis yang terbuat dari bambu juga di pangung. Dilengkapi pula sound sistem dan tata cahaya panggung. Katanya, tiap sore jam empat ada pertunjukan. Mungkin nanti kita nonton ya…..

Masuk lebih dalam suasana seperti di pedesaan jaman dulu.¬†Hahhh….?? Ada¬†sumur timba di tengah lapangan rumput, ada timbanya beneran, siapapun boleh bernostalgia : nimba cin…yuuuk. Habis mandi isi lagi kolamnya sampai penuh….hehehe…..itu cerita jaman dulu tahun 80-an. Dan di abad 20 ini masih ada disini jejaknya, di tengah kota besar!

Di satu sudut ada kandang kambing tradisional berbentuk panggung. Kambingnya mengembik-embik kalau kita datangi…hihihi, mungkin dia negur kita ya : “hei, ngapain sih kemari-mari….ganggu aku lagi santai aja….!”¬† Temannya si kambing juga ada, ayam kate berkeliaran di kebun.

Di mana-mana di atap saung dijalari tanaman rambat yang berbunga cantik dan kontras dengan hijau yang dominan disini. Jalan setapak disusun dari batu-batu alam yang tak beraturan bentuknya. Suara gemericik air datang dari satu sudut curug kecil alami. Lumut tumbuh di banyak tempat, di tanah dan di atas batu.

Nggak cuma tanaman yang jadi penduduk tempat ini, dekat toko suvenir ada kandang binatang isinya…kalong! Kasian cuma satu……..kan jadi nggak ada temen ngobrolnya, hehe…….

Duduk di salah satu bangunan saung, betah rasanya berlama-lama, meluruskan kaki sekaligus pikiran yang seliweran. Nggak perlu tukang pijit refleksi. Nggak perlu mandi air anget. Cukup segelas bandrek anget disruput pelan-pelan……wihhhhhh….sedddappp!¬†¬†

Di¬†tempat inipun kita¬†bisa lihat langsung pembuatan alat musik tradisional Jawa¬† Barat, angklung. Bahkan kalau minat boleh beli langsung sebagai cinderamata. Berbagai kerajinan tangan terbuat dari bambu juga dijual di tempat ini, mulai dai gantungan kunci berbentuk angklung, anyaman yang dibuat dompet, tas, sendal jepit, batik khas corak Jawa Baratan, boneka wayang golek dan juga ada bermacam ¬†hiasan dari ukiran kayu berbentuk bingkai cermin, binatang dan topeng. Semua benda berlabel “saung angklung mang udjo”.

Kalau perut dah mulai merintih, di dalam lokasi dekat pintu masuk ada rumah makan kecil, hampir nggak kelihatan. Ada dibalik tembok bata yang sudah penuh tertutup tanaman jalar warna ijo. Nggak ada tanda atau tulisannya dan kelihatannya sengaja dibuat begitu. Waktu kita kesana, menu yang tersisa tinggal ayam tulang lunak. Bolehlah! Tambah sambel dan lalapan, nasinya anget, perutnya laper…….nggak ada alasan nolak. Ada kolam ikan koi segipanjang menyambut kita masuk ke tempat makan.

  

Pulang. Hujan. Dingin. Ngantuk.

Ayah masih ngajak ke Babe. Nisa udah merengek capek….

Maghrib lewat, laper. Makan dimana ya? Coba Roemah Keboen…. Menunya komplit dari Asia, Eropa, Amerika. Enak…..no comment! Besok-besok kesini lagi eksplorasi menu.

 

BERITA DUKA

Hari ini telah berpulang ke rahmatullah, mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid. Semoga perjalanan beliau lancar menuju-Nya. Naikkan bendera merah putih setengah tiang tanda berkabung selama 7 hari penuh untuk menghormatinya. 

LIBUR AKHIR TAHUN 2009 : SITU PATENGAN – KAWAH PUTIH – RANCA UPAS

BAGIAN TIGA

 

TANGGAL 29 DESEMBER 2009 : RANCA UPAS

Rencana kita hari ini adalah begini : pagi sampai siang ke Ranca Upas, sorenya berenang sampe puas di penginapan. 

“Sekilas Tentang Ranca Upas”

Wana wisata (wana = hutan) yang berada di daerah Ciwidey, Bandung. Lokasinya masih satu jalan sama Kawah Putih. Namanya aja wana wisata, yang dilihat ya hutan. Dari informasi yang kubaca sebelumnya dalam kawasan itu ada bumi perkemahan dan penangkaran rusa.

Betul aja, waktu kita memasuki areal hutan yang seperti ‘out of nowhere’ saking sepi ‘gung lewang lewung’ (kata orang Jawa nih….), beberapa ratus meter ke dalam tampak areal yang khusus untuk kemah/kemping (apa to bedanya?). Ada pekemah perorangan yang membawa keluarga atau temen akrab, kelihatan dari tenda kemahnya kecil muat 3-5 orang. Mereka ini banyak yang ndirikan tenda di bawah naungan pohonan yang tinggi dalam hutan. Wih, kayanya seru deh…pengen juga sih, tapi tandatanya : mau nggak ya anak-anakku diajak ‘hidup sengsara’ kemah di tengah hutan belantara di kaki gunung gini??

Lainnya pekemah grup. Di sekeliling danau yang ada di tengah dataran yang mirip lapangan dalam lokasi, ada cukup banyak grup pekemah. Aku perhatikan mereka asalnya dari institusi. Ada yang dari kelompok beladiri dan ada dari sekolah menengah. Mungkin lagi ujian kenaikan tingkat ya….. Dilihat dari aktivitasnya, berendam di danau, lari keliling, sampe seragamnya penuh lumuran lumpur.¬†

Buat yang seneng wisata alam, tempat ini rasanya cocok. Bayanganku, kalau kita datang ke sana pagi-pagi sekali mungkin bisa dapat pemandangan yang lebih berkabut. Saat itu kita datang ke sana cukup siang, cuaca juga full mendung. Rusa-rusa yang ditangkarkan di sanapun malu-malu menampakkan diri. Jadi kita cuma bisa liat mereka ngintipin kita ( atau kita yang ngintip mereka, tergantung dilihat dari sudut pandang mana…) dari atas semacam dek buat pengunjung.

“…ATV??”

Keluar dari bumi perkemahan Ranca Upas, di perjalanan muncul keinginan mendadak Ayah njajal ATV-nya Patuha Resort. Resor ini letaknya di lereng pegunungan, gerbang masuknya track ATV. Kata Ayah, biar liburannya lebih ‘nendang’……….

Siapa aja yang mau ikutan? Aku emoh! Ntar tensinya naik gawat……. Putri, palagi…..dia nih kurang cocok sama permainan ekstrim. Nah…Nisa ya? Tadinya nggak mau dia, eh setelah dibujuk rayu sama yang lain-lain mau juga. Sebenernya dia nih malu-malu aja tapi dalam hatinya keliatan kalo penasaran…..hehehe.

“Nggak papa Ade, untuk anak ada nih ATV yang matik, tinggal gas-rem aja kok gampang…..coba dulu kalo susah nanti gak jadi gak papa….” dirayu lagi dia sama yang mandu ATV. Hah? ATV matik? Ooooh, jadi ada ya? Ndeso, baru tahu nih. Ya udah nggak usah boncengan sama Ayah deh, aku kok ngeri, secara Ayah aja baru pegang kali ini, ntar kalo terguling gimana kan kasian yang dibonceng. Gimana Nis, mau??

Sebelum menuju ‘medan laga’, ‘prajurit ATV’ dilengkapi dulu dengan kostum keamanan berupa sepatu boot karet yang tinggi dan helm pengaman kepala.

Nah sebelum menuju medan yang sesungguhnya, harus belajar dulu ngendaliin ATV, maklum pengalaman pertama……… ATV yang dipake Ayah manual, katanya berat, susah dikendaliin. Belum biasa. Beberapa kali putaran latihan, beberapa kali pula hampir terguling. “Kalo jalan nanjak jangan direm…” kata pemandunya. “Kaki¬†usahakan jangan menyentuh tanah…” katanya lagi. Tapi lumayanlah secara baru sekali-kalinya. Maju terus Yah!!

Nisa dapet ATV matik, kendaraannya lebih kecil dari yang dinaikin Ayah. Cara nyetirnya lebih gampang, tinggal gas-rem kaya naik mionya Ibu. Tapi…tetep aja grogi dia. Awalnya mules dulu…….stress kemudian. Hihihi…… Tenang Nis, maju teruuuus!

Nah, sudah cukup latihannya. It’s party time!!! Huaaaahahaha….tolooong!

Mereka berdua memasuku garis start pelan-pelan. Nggak tahu medan seperti apa yang akan dilewati di depan sana…… Satu koma enam km jalan penuh tikungan, tanjakan dan turunan curam, oleh dua orang nekat yang baru pertama nyobain ATV!

Ayah jalan duluan, diikuti pemandu. Jarak 50 meter kemudian baru Nisa, juga diikuti pemandu. Satu menit kemudian suara mesin ATV mereka sudah nggak kedengeran lagi. Waduh, kemana ya mereka? Apa yang terjadi ya? Nyemplung jurang gak ya? Atau nyusrug ke kebun stroberi orang gak ya? Waduh…kok nggak ada suaranya ya…kok lama ya….. Nggak keliaatan sih???

Sekitar 5-10 menitan kemudian, lupa juga pastinya, nunggu rasanya lama tapi nggak bisa jadi ukuran juga, terlalu subyektif. Suara ATV mulai kedengeran mendekat. Nah itu pasti Ayah……..horrrreeeee! Sampai juga ke tempat datar. Gimana Yah, asyik ngga?

Peserta kedua nggak muncul-muncul di garis finish. Waduh kenapa ya nih anak, jangan-jangan nangis lagi. Nyangkut dimana ya? Kalau menurut Ayah yang udah sampe duluan, treknya gila-gilaan buat pemula, pasti Nisa nangis. Ah masa sih separah itu ya?

Samar samar mulai kedengeran suara ATV, nah tu dia anaknya………. Masih dalam posisi duduk di atas kendaraan. Berarti kelihatannya sukses nih. Horrreee……Nisa finish! Gimana Nis, kapok?

Haduuhh…cape kan? Pulang yuk tidur dulu, katanya ntar sore masih mau berenang?

 

“Kursus Singkat Berenang…”

Cuaca sore seperti yang sudah-sudah, kabut merayap turun. Suhu makin malam makin kecil derajatnya. Bangun tidur langsung pake baju renang menyerbu kolam, tapi sebelumnya pemanasan dulu di pinggir kolam takutnya kram.

Setelah nyebur-nyebur dikit nyobain air, anak-anak dipaksa paksa naik seluncuran dulu. Masa nggak berani sih kan pendek, nggak setinggi di Waterboom. Ayu Put! Eh tumben dia mau duluan….. Waaaaaaaa…..!!!

Puas beberapa kali nyobain seluncuran kolam mulai rame. Yang mau berenang mulai berdatangan ngantri di seluncur. Pelajaran dilanjut aja : memahami perilaku ikan…… Inilah keluarga ikan yang sedang mempelajari kehidupan nenek moyangnya……..

Perhatikan perubahan pemandangan dilihat dari Kampung Pa’go ketika kabut beranjak turun……..

Previous Older Entries

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

Mind Release

Relax is the key to the higher conscience

ocehan

Just another WordPress.com site

Mata, Rasa & Kata Muadzin

Wadah. Agar tertampung. Tak terbuang.