ASTANA BIBIS LUHUR, SURAKARTA HADININGRAT

Pintu gerbang masuk pemakaman keluarga Astana Bibis Luhur, Solo

Kita sampai di Solo, Bandara Adi Soemarmo, sekitar jam 8 pagi. Berfoto sejenak untuk dokumentasi

 

Di depan rumah kediaman Om Gun Solo, menanti keberangkatan menuju makam

 

Menaikkan ke dalam mobil segala keperluan yang hendak dibawa ke makam Menunggu prosesi pemakaman ; Krisna membawa abu jenazah Papa.

Krisna membawa abu jenazah Papa ; menantikan dimulainya prosesi pemakaman

Pak Uztad memimpin doa sebelum abu jenazah dimakamkan.

 

Abu jenazah dalam bungkus kain kafan putih diletakkan pada posisinya dengan hati-hati.

 

Prosesi memasukkan tanah ke dalam liang makam

 

Mama menaburkan bunga mawar ke dalam liang makam Papa sebelum diurug rata kembali.

 

Krisna

Aku

Ayah

Tante Pung

Eko Wahyu

Wisnu Setelah semua yang hadir menaburkan bunga, liang makam diurug hingga rata

Setelah bunga ditaburkan, makam ditutup dengan tanah kembali hingga rata

 

Tanah diratakan, dipadatkan, kemudian nisan ditancapkan pada kedua ujung makam

Pekerjaan merapikan dilakukan oleh para pekerja penggali makam dalam suasana khidmat

Tulisan pada nisan Papa, sebagai penanda dan pengingat bagi kerabat, teman dan keturunannya

Prosesi berikutnya setelah kedua nisan tertanam kokoh adalah memecah sebutir kelapa muda, airnya langsung disiramkan di posisi kepala

 

Mama menaburkan bunga mawar di atas pusara Papa

 

Aku

 

Tante Pung, Wisnu, Eko Wahyu, menaburkan sekeranjang bunga mawar di pusara Papa

 

Semua kerabat dan teman yang hadir mengamini doa bersama yang dipimpin oleh Pak Uztad, mengakhiri prosesi pemakaman abu jenazah Papa

 

Rumah baru Papa

 

Sebelum meninggalkan pusara Papa, Ayah dan Pak Irwan menyempatkan membasahi pusara dengan beberapa siraman air

 

Diskusi spiritual di kediaman Om Gun, Solo

 

 

Beberapa Bulan Kemudian

 

Bulan November tahun yang sama, Mama dan Krisna punya kesempatan nyekar sedangkan aku masih menunggu waktu dan lain-lain …

Seperti ini kondisi makamnya :

 

Kondisi makam di bulan November 2010

3 Comments (+add yours?)

  1. chr15
    Mar 11, 2010 @ 10:58:38

    krishna & mama udah lihat,
    trims buat tante er atas pinjaman netbooknya.
    salam untuk mas iwan sekeluarga, wassalam

    Reply

  2. Aselih Asmawi
    Dec 11, 2012 @ 17:25:02

    Ingin sekali saya nyekar ke pusara Beliau. Namun sejak dipindahkan dari Karet Bivak sampai saat ini saya belum pernah ke pusara beliau lagi. Allahummagfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu. Amin.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

Mind Release

Relax is the key to the higher conscience

ocehan

Just another WordPress.com site

Mata, Rasa & Kata Muadzin

Wadah. Agar tertampung. Tak terbuang.

%d bloggers like this: