LIBUR AKHIR TAHUN 2009 : SITU PATENGAN – KAWAH PUTIH – RANCA UPAS

BAGIAN TIGA

 

TANGGAL 29 DESEMBER 2009 : RANCA UPAS

Rencana kita hari ini adalah begini : pagi sampai siang ke Ranca Upas, sorenya berenang sampe puas di penginapan. 

“Sekilas Tentang Ranca Upas”

Wana wisata (wana = hutan) yang berada di daerah Ciwidey, Bandung. Lokasinya masih satu jalan sama Kawah Putih. Namanya aja wana wisata, yang dilihat ya hutan. Dari informasi yang kubaca sebelumnya dalam kawasan itu ada bumi perkemahan dan penangkaran rusa.

Betul aja, waktu kita memasuki areal hutan yang seperti ‘out of nowhere’ saking sepi ‘gung lewang lewung’ (kata orang Jawa nih….), beberapa ratus meter ke dalam tampak areal yang khusus untuk kemah/kemping (apa to bedanya?). Ada pekemah perorangan yang membawa keluarga atau temen akrab, kelihatan dari tenda kemahnya kecil muat 3-5 orang. Mereka ini banyak yang ndirikan tenda di bawah naungan pohonan yang tinggi dalam hutan. Wih, kayanya seru deh…pengen juga sih, tapi tandatanya : mau nggak ya anak-anakku diajak ‘hidup sengsara’ kemah di tengah hutan belantara di kaki gunung gini??

Lainnya pekemah grup. Di sekeliling danau yang ada di tengah dataran yang mirip lapangan dalam lokasi, ada cukup banyak grup pekemah. Aku perhatikan mereka asalnya dari institusi. Ada yang dari kelompok beladiri dan ada dari sekolah menengah. Mungkin lagi ujian kenaikan tingkat ya….. Dilihat dari aktivitasnya, berendam di danau, lari keliling, sampe seragamnya penuh lumuran lumpur. 

Buat yang seneng wisata alam, tempat ini rasanya cocok. Bayanganku, kalau kita datang ke sana pagi-pagi sekali mungkin bisa dapat pemandangan yang lebih berkabut. Saat itu kita datang ke sana cukup siang, cuaca juga full mendung. Rusa-rusa yang ditangkarkan di sanapun malu-malu menampakkan diri. Jadi kita cuma bisa liat mereka ngintipin kita ( atau kita yang ngintip mereka, tergantung dilihat dari sudut pandang mana…) dari atas semacam dek buat pengunjung.

“…ATV??”

Keluar dari bumi perkemahan Ranca Upas, di perjalanan muncul keinginan mendadak Ayah njajal ATV-nya Patuha Resort. Resor ini letaknya di lereng pegunungan, gerbang masuknya track ATV. Kata Ayah, biar liburannya lebih ‘nendang’……….

Siapa aja yang mau ikutan? Aku emoh! Ntar tensinya naik gawat……. Putri, palagi…..dia nih kurang cocok sama permainan ekstrim. Nah…Nisa ya? Tadinya nggak mau dia, eh setelah dibujuk rayu sama yang lain-lain mau juga. Sebenernya dia nih malu-malu aja tapi dalam hatinya keliatan kalo penasaran…..hehehe.

“Nggak papa Ade, untuk anak ada nih ATV yang matik, tinggal gas-rem aja kok gampang…..coba dulu kalo susah nanti gak jadi gak papa….” dirayu lagi dia sama yang mandu ATV. Hah? ATV matik? Ooooh, jadi ada ya? Ndeso, baru tahu nih. Ya udah nggak usah boncengan sama Ayah deh, aku kok ngeri, secara Ayah aja baru pegang kali ini, ntar kalo terguling gimana kan kasian yang dibonceng. Gimana Nis, mau??

Sebelum menuju ‘medan laga’, ‘prajurit ATV’ dilengkapi dulu dengan kostum keamanan berupa sepatu boot karet yang tinggi dan helm pengaman kepala.

Nah sebelum menuju medan yang sesungguhnya, harus belajar dulu ngendaliin ATV, maklum pengalaman pertama……… ATV yang dipake Ayah manual, katanya berat, susah dikendaliin. Belum biasa. Beberapa kali putaran latihan, beberapa kali pula hampir terguling. “Kalo jalan nanjak jangan direm…” kata pemandunya. “Kaki usahakan jangan menyentuh tanah…” katanya lagi. Tapi lumayanlah secara baru sekali-kalinya. Maju terus Yah!!

Nisa dapet ATV matik, kendaraannya lebih kecil dari yang dinaikin Ayah. Cara nyetirnya lebih gampang, tinggal gas-rem kaya naik mionya Ibu. Tapi…tetep aja grogi dia. Awalnya mules dulu…….stress kemudian. Hihihi…… Tenang Nis, maju teruuuus!

Nah, sudah cukup latihannya. It’s party time!!! Huaaaahahaha….tolooong!

Mereka berdua memasuku garis start pelan-pelan. Nggak tahu medan seperti apa yang akan dilewati di depan sana…… Satu koma enam km jalan penuh tikungan, tanjakan dan turunan curam, oleh dua orang nekat yang baru pertama nyobain ATV!

Ayah jalan duluan, diikuti pemandu. Jarak 50 meter kemudian baru Nisa, juga diikuti pemandu. Satu menit kemudian suara mesin ATV mereka sudah nggak kedengeran lagi. Waduh, kemana ya mereka? Apa yang terjadi ya? Nyemplung jurang gak ya? Atau nyusrug ke kebun stroberi orang gak ya? Waduh…kok nggak ada suaranya ya…kok lama ya….. Nggak keliaatan sih???

Sekitar 5-10 menitan kemudian, lupa juga pastinya, nunggu rasanya lama tapi nggak bisa jadi ukuran juga, terlalu subyektif. Suara ATV mulai kedengeran mendekat. Nah itu pasti Ayah……..horrrreeeee! Sampai juga ke tempat datar. Gimana Yah, asyik ngga?

Peserta kedua nggak muncul-muncul di garis finish. Waduh kenapa ya nih anak, jangan-jangan nangis lagi. Nyangkut dimana ya? Kalau menurut Ayah yang udah sampe duluan, treknya gila-gilaan buat pemula, pasti Nisa nangis. Ah masa sih separah itu ya?

Samar samar mulai kedengeran suara ATV, nah tu dia anaknya………. Masih dalam posisi duduk di atas kendaraan. Berarti kelihatannya sukses nih. Horrreee……Nisa finish! Gimana Nis, kapok?

Haduuhh…cape kan? Pulang yuk tidur dulu, katanya ntar sore masih mau berenang?

 

“Kursus Singkat Berenang…”

Cuaca sore seperti yang sudah-sudah, kabut merayap turun. Suhu makin malam makin kecil derajatnya. Bangun tidur langsung pake baju renang menyerbu kolam, tapi sebelumnya pemanasan dulu di pinggir kolam takutnya kram.

Setelah nyebur-nyebur dikit nyobain air, anak-anak dipaksa paksa naik seluncuran dulu. Masa nggak berani sih kan pendek, nggak setinggi di Waterboom. Ayu Put! Eh tumben dia mau duluan….. Waaaaaaaa…..!!!

Puas beberapa kali nyobain seluncuran kolam mulai rame. Yang mau berenang mulai berdatangan ngantri di seluncur. Pelajaran dilanjut aja : memahami perilaku ikan…… Inilah keluarga ikan yang sedang mempelajari kehidupan nenek moyangnya……..

Perhatikan perubahan pemandangan dilihat dari Kampung Pa’go ketika kabut beranjak turun……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

Mind Release

Relax is the key to the higher conscience

ocehan

Just another WordPress.com site

Mata, Rasa & Kata Muadzin

Wadah. Agar tertampung. Tak terbuang.

%d bloggers like this: