LIBUR AKHIR TAHUN 2009 : SITU PATENGAN – KAWAH PUTIH – RANCA UPAS

BAGIAN  DUA

TANGGAL 28 DESEMBER 2009 : DANAU KAWAH PUTIH

Acara utama kita hari ini yaitu menuju Kawah Putih.

Sarapan dulu, setelah kenyang trus berangkat. Semalem di penginapan baru sadar ternyata tas berisi jaket yang sudah disiapin ketinggalan di Cikarang!! …….:(-…. Dari semalem aku udah kedinginan berat. Maklum penyesuaian suhu, biasa di Cikarang panas membakar trus pindah seketika ke gunung yang dingin. Ndeso..ndeso….. Untungnya selimut cukup tebel jadi lumayan anget.

Jarak tempuh dari Kampung Pa’go ke Kawah Putih nggak jauh, sekitar 20 menitan kalau lancar nggak pake macet. Sampai di Kawah Putih kabut merayap turun menyambut kita…….hwiiii, duingggin! Aku dan anak-anak  terpaksa cari penjual jaket, nggaaak kuaaat booo……nggak nyangka bakal sedingin ini efeknya buat orang Cikarang!  Untung disana banyak yang jual. Jaket, switer, syal rajut, topi rajut, ya pokoknya keperluan penghangat badan komplit. Jangan lupa tawar-menawar dulu, seni berbelanja khas Indonesia (mungkin). Makanya, buat yang mau ke Kawah Putih terutama di bulan-bulan dingin begini jangan lupa : JAKET!

Turun dari mobil udah pas waktunya makan siang. Syukurlah di parkiran berderet warung makan dan suvenir, tinggal pilih menu aja……….Aku pilih menu yang kayanya lokal banget : mi kocok kaki sapi khas Bandung, gitu judul yang dipajang, tapi ternyata setelah dihidangkan nggak ada kakinya….malah mi kocok daging sapi. Tapi sumpah uenak! Potongan dagingnya empuk dan royal, togenya banyak, kuahnya gurih. Porsinya banyak, menurut ukuran aku sih, yang kalo di Cikarang pasti aku gak bakal kuat ngabisin….ternyata salah cin, ludes! Memang cocoknya mungkin makan mi kocok ya di habitat aslinya yang cuaca dingin begitu. Maknyuzz… Minumnya bandrek, wah jann…cucok bo!

Naah…habis itu kita turun ke Kawah Putih….yuuuuk pembaca.

Oya, jangan lupa ya..supaya nggak ‘beser’ bagusnya buang air kecil dulu! Fasilitas toilet ada, bagus, bersih, tapi kurang banyak! Antrean cukup panjang waktu itu, padahal pengunjung nggak terlalu penuh. Bayangin kalo pas rame gimana tuh, bisa nahan pipis lama-lama di tempat dingin gitu? Ih, mules …… Usul saya ditambah toiletnya Pak, Bu….

Dari tempat parkir mobil turun ke kawah nggak jauh, paling cuma 50 meteran. Keliatan kok kawahnya dari atas. Tapi tetap harus hati-hati sebab turunan cukup terjal, plus oksigen yang tipis bisa bikin kepala agak puyeng. Bau gas belerang sudah tercium dari sini. Pakai alas kaki yang nyaman, jangan pakai sendal hak tinggi, mending sendal jepit aja…..atau sepatu ket. Ini wisata alam bukan wisata nampang…..nobody cares what d’you look like…..sing penting nyaman, enak, nggak bikin kaki pegel.

 

“Sekilas Tentang Kawah Putih”

Kawah Putih adalah tempat wisata di Bandung Selatan, suatu kawah yang  terbentuk dari letusan Gunung Patuha di abad ke-10 dan ke-12. Hawanya yang dingin (sekitar 8-22 derajat) harap dimaklumi sebab letak geografisnya sekitar 2000-an meter dpl. Yang pertama menemukan kawah ini dulunya adalah seorang ahli botani Belanda. Penduduk sekita Ciwidey dulunya nggak mau datang ke gunung Patuha apalagi ke kawasan kawah karena dianggap daerah angker. Saking angker dan keramatnya bahkan burung aja nggak mau terbang melintas, kalaupun burung itu nekat pasti dia mati.

Ali botani itu juga yang menyimpulkan pada penelitiannya kalau kadar belerang di daerah itu sangat tinggi. Itu rupanya yang jadi alasan kenapa burung yang terbang melintasi kawah jatuh dan mati, gas belerangnya! Jadi bukan karena angkernya…… Kesannya dulu angker mungkin juga karena nggak didatangi orang, sepi buanget jadi kan serem. Nah kalo sekarang mah…ruame pisan euy!!

 

“Eks Tambang Belerang” 

Tingginya kadar belerang di Kawah Putih, membuat pemerintah Kolonial Belanda pada masanya membuka tambang batu belerang di tempat itu. Tambang ini beralih ke pemerintahan Jepang pada jamannya. Sekarang sih tambangnya udah ditutup, tapi kita masih bisa liat pintu tambangnya yang ditutup seadanya dengan batang-batang kayu. Di depan pintu tambang yang ditutup itu memang tercium bau belerang yang suangat menyengat, makanya tidak disarankan berlama-lama di depannya, nanti bisa sesak napas karena kekurangan oksigen. Menurut penglihatanku pribadi, celah yang menutup pintu masuk eks tambang itu kurang sempit deh…..suka ada anak yang iseng masuk ke dalamnya, wong muat kok…….. Harap yang berwenang mencek lagi, supaya lebih aman aja…….

 

“Air Kawah Berubah Warna”

Katanya, warna danau Kawah Putih itu bisa berubah tergantung saat apa kita melihatnya. Sebenarnya secara ilmiahnya sih perubahan warna ini menunjukkan kadar mineral kawah pada saat itu. Dan ini dapat berubah tiap saat. Pas kami sampai sana, warna danaunya hijau kebiruan, ada uap belerang yang mengapung di atasnya. Menurut cerita orang, lain waktu warna air danau bisa menjadi coklat keruh. Pasir yang terhampar di sana dan juga bebatuannya dominan berwarna putih, jadi makanya penduduk sekitar menyebut danau itu Kawah Putih.

Lama kita nongkrong di tepi danau Kawah Putih, rasanya belum juga puas, belum ‘rela’ cabut dari sana merenungi secuil bentuk bumi kita yang tambah tua aja dan nyaris kolaps ditelan pemanasan global…… apa yang kan terjadi nanti dengan danau ini?? Apakah kurang banyak orang yang pernah tercenung di hadapan ciptaan Allah sampai dasar hati mereka muncul ke permukaan, untuk menyadari kalau awal mulanya sebelum peradaban begini maju, seperti inilah kira-kira bumi yang kita injak ini : murni, indah, sejuk, sunyi dari polusi, merdeka dalam alamnya sendiri……..

Kabut datang turun membawa serpihan air,  tak lama lalu ia naik lagi menyelinapkan sinar matahari, sampai kemudian ia turun lagi. Kita masih aja asik duduk di pinggir danau, memandang ke atas ke tebing batu tinggi yang melingkupi satu sisi kawah, trus ke rimbunan hutan yang melingkupinya di sisi lain, sehingga aku melihat kalau danau ini berada di satu cekungan bumi…… lama-lama kok aku jadi inget filmnya Leonardo Dicaprio jaman duluuu buanget…judulnya The Beach. Rasa-rasanya suasananya mirip banget sama waktu Dicaprio menemukan pantai tersembunyi di pedalaman Thailand…..ca’elah, lebay ya… Iya lho, nyaris mirip. Suasananya, heningnya, keindahan yang tertangkap……O-M-G!!

Nah, buat yang akan ke Kawah Putih untuk pertama kali, anda gak perlu khawatir tempat ini akan sulit ditempuh. Jalan menuju pintu masuk daerah wisata Kawah Putih sangat bagus mulus aspal. Begitu pula jalan dari gerbang menuju lokasi danau mulus walau sempit dan berliku, namanya juga di tepi gunung coy! Tapi kalau boleh usul mungkin nggak kalau agak dilebarin dikit, soalnya kalau dilewati mobil papasan dua arah nggak muat, harus saling ngalah. Kalau anda kesana dengan kendaraan umum atau rombongan, dari gerbang menuju kawah ada angkutan mobil.

Sampai di lokasi parkir dekat danau, jalan turun menuju pinggir danau juga bagus banget, nyaman. Aku liat banyak juga manula yang kuat jalan naik-turun kawah..hebat! Satu-satunya kritik adalah sampah yang dibuang asal lempar, terutama sampah kemasan plastik aneka warna yang sudah pasti sangat mengganggu pandangan mata.  Nah kalo ini sih memang ulah pengunjung yang perlu dididik ulang kayanya…………..Padahal  kotak sampah udah disediakan di tiap sudut, dan kulihat juga nggak penuh kok……. Jadi??  

 

“Yang Boleh Dicoba…”

Sebelum cabut, naik kembali ke parkiran kita nyambangi kios yang berderet. Ada yang jual makan, suvenir khas, stroberi segar, tapi yang menarik kita dan tampilan serta provokasinya paling boleh adalah sate stroberi segar yang dicelup ke dalam cairan coklat. Ada bermacam warna : coklat, oranye, pink dan bluberi. Penjualnya ngasih harga 10 ribu untuk seporsi isi 3 tusuk sate stroberi. Satu tusuk isinya tiga atau empat buah stroberi tergantung besarnya buah. Tapi bukan ibu-ibu namanya kalo nggak usaha..tawar cin! Dapat bonus satu jadi bisa dapat 4 tusuk. Coklatnya cair, tapi nggak berapa lama setelah stroberinya dicelupin coklat cair tadi membeku. Atasnya digarnis meises warna-warni. Menarik! Anak-anak suka…….tadinya aku males nyoba, ah! makanan anak-anak. Gak taunya enak banget, maknyuzzz….rasa asem stroberinya ketutup manisnya coklat tadi, enak nggak kecut.

Alternatif dari stroberi ada marshmallow. But I prefer strawberry for best taste!! Rasanya unik, perpaduan asam dengan manis sekali kunyah.

Camilan lainnya yang nggak kalah provokatif adalah jagung bakar. Murah meriah, enak, cocok dibuat camilan di hawa dingin. Dijamin nggak kan cukup satu. Cuma 3000 perak, bakar atau rebus sama. Mau rasa manis? Pedas? Asin? Minumannya, tentu aja bandrek, minuman khas daerah Jawa Barat yang bahan utamanya jahe dan gula merah, ditambah rempah-rempah yang racikannya berbeda tergantung daerahnya. Bandrek bisa tambah susu lebih gurih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

Mind Release

Relax is the key to the higher conscience

ocehan

Just another WordPress.com site

Mata, Rasa & Kata Muadzin

Wadah. Agar tertampung. Tak terbuang.

%d bloggers like this: