LIBUR AKHIR TAHUN 2009 : SITU PATENGAN – KAWAH PUTIH – RANCA UPAS

BAGIAN SATU

 

Usai terima rapor, lumayan panjang juga libur anak sekolah. Dua minggu!! Sayang kalau cuma dilewatkan dengan diam-diam di rumah. Manteng depan komputer terus, nggak nambah wawasan. Kita sudah ada rencana sih meskipun belum pasti jadi enggaknya, tergantung kepastian cuti Ayah…….tapi pada akhirnya alhamdulillah inilah jadinya acara liburan keluarga tahun ini, bertepatan dengan tutup tahun 2009:

 TANGGAL 27 DESEMBER 2009 : SITU PATENGAN

Setelah usaha beberapa hari browsing cari tempat nginep, akhirnya pilihan kita jatuh ke suatu tempat penginapan bernama Kampung Pa’go, tak jauh dari tempat yang mau kami datangi : Kawah Putih Ciwidey, di daerah Bandung Selatan. Tepatnya di Jl. Raya Soreang Ciwidey sebelah kiri jalan. Beruntung kita dapat kamar, secara bookingnya mepet menjelang akhir tahun. Hari ini kita cabut dari Cikarang santai, agak siang, sarapan dulu makan soto surabaya di pasar passimal. Cuaca sangat-sangat cerah, jadi bikin aku ngantuk berat sehabis sarapan tadi….maka di mobil aku tidur pulesss les lesss….zZzzz….zZzzZz…..tahu tahu sudah keluar tol Kopo!

Perjalanan ternyata lancar walau padat, sampai lokasi jam baru menunjuk angka 11 kurang! Lho kok cepet juga ya? Turun dari mobil disambar angin yang dingin menggigit, angin yang bertiup di lereng gunung yang subur. Suhu dalam mobil dengan kondisi mati AC 22 derajat. Sepanjang perjalanan tadi melewati lereng, pemandangan didominasi kebun stroberi, daun bawang dan daun seledri. Banyak kebun yang menawarkan petik stroberi sendiri. Di beberapa tempat nampak sudah panen daun bawang dan seledri, diangkut mobil bak mungkin menuju pasar besar Ciwidey. Aroma pedes daun bawang mengambang di udara. Dalam hati mbatin, kok nggak ada ya yang membuka wisata petik daun bawang sendiri???!!

 

“Jalur Wisata Ciwidey : Jalur Wisata Alternatif  Yang Belum Banyak Dikenal”

Perjalanan menuju Kampung Pa’go saja  sudah merupakan wisata tersendiri, pemandangan kiri kanan lereng pegunungan sepanjang jalur perjalanan indah banget, hijau subur, hawa sejuk dingin, lekuk liku geografisnya cantik banget. …..Nggak kalah dengan jalur wisata Puncak yang terkenal itu…. Malahan menurutku jalur ini punya kekhasan sendiri yang unik, dominasi tanaman kebunnya tadi itu : stroberi, daun bawang, daun seledri. Buat yang senang wisata menelusuri jalur Puncak, coba deh jalur ini sebagai alternatif wisata, pasti anda akan sependapat dengan saya!

Tiba di Kampung Pa’go ada masalah sedikit yang sama sekali tak diharapkan. Kamar yang kita pesan ternyata belum dikosongkan sehingga kita nggak bisa langsung masuk kamar : istirahat. Oleh mereka dijanjikan jam 2 siang nanti kamar yang kami booking sudah akan dikosongkan. Lha terus kita gimana ini?? Mereka menyarankan kalau mau kita bisa jalan-jalan dulu ke ‘atas’. Menuruti saran itu, kita gas lagi mobilnya, walau sebenernya kita sangat berharap bisa istirahat dulu nglurusin kaki, mandi mungkin, ………duhhh enaknya ngebayangin……..tapi sutralah dibikin santai aja…….

…dan Tuhan memang Maha Baik. Kekecewaan kita langsung diobati oleh-Nya, instan! Pemandangan kiri-kanan jalan itu lho asiiik banget, ngobati kekecewaan kita barusan. Ijo royo-royo! Mata jadi segerrr……   Harap buka saja kaca mobil sebab udara di luar sudah melebihi dinginnya AC! Walaupun kecewa karena tak bisa langsung geletakan nglurusin kaki di kasur, ternyata  perjalanan itu bikin kita seger lagi. Ini baru pertama kali kita lewat daerah itu, jadi surprising banget! Yang namanya jalanan tuh nggak ada yang lurus, belokan semua. Mana ngeri juga sebelah kanan bibir jurangnya tipis, jalannya juga sempit banget. Dua jalur yang pas-pasan, udah gitu nggak ada pengaman sama sekali di sepanjang tepi jurang. Wiiih..ngeri, nggak boleh meleng dikit bisa nyebur! Trus aku perhatiin nggak ada juga mata kucing sepanjang jalan, gimana kalo malem yach…nyetir ngantuk dikit lewat deh…..! Wiii…ngeri ah!!

Memasuki kawasan hutan eucaliptus, Kawah Putih sudah kita lewati gerbangnya, nggak masuk dulu sebab rencananya memang baru akan besok. Mobil terus melaju melewati Ranca Upas, Cimanggu, ujung-ujungnya ke Situ Patengan kita masuk. Bayarnya sangat murah, pemandangan alamnya luarrr biasssaaa….. Aaaahhhhh, brenti dulu ah…..

 

“Legenda Batu Cinta”

Situ Patengan atau bisa juga disebut Situ Patenggang, adalah sebuah danau alami, berada di kaki gunung Patuha Bandung, ketinggian sekitar 1600 dpl. Konon situ ini terbentuk dari air mata seorang gadis gunung yang menangisi kekasihnya yang tak kunjung datang, seorang pangeran. Mereka saling  jatuh cinta tetapi pada saat itu terjadi perang yang memaksa mereka berpisah. Nah, konon di tempat itulah mereka akhirnya bertemu kembali, di suatu sudut yang sekarang dinamai Batu Cinta….cihhhuyyyy……… Konon lagi, katanya, pasangan kekasih yang mengunjungi lokasi Batu Cinta kelak akan abadi alias langgeng hubungan cintanya…. Anda percaya???

Sesampai di Situ Patengan pas jam makan siang, jadi kita makan dulu di lokasi. Ada warung berderet menyajikan menu yang sama : sate & gule. Tapi minuman khasnya pasti adalah : bandrek. Lebih gurih kalau tambah susu, jadi namanya : bansus, bandrek susu. Cucok bener deh…ngangetin badan di hawa yang lumayan dingin.

Tak lama kita makan eh, hujan deresss banget. Yah…harap-harap cemas semoga hujan cepat reda biar kita bisa keliling danau.

Lama juga hujan baru reda, itupun yang dibilang reda masih sisa gerimis halus. Kita langsung sewa perahu mengelilingi danau. Perahunya banyak, bisa disewa per perahu atau bisa juga per orang. Kalau mau perorangan biayanya 15 ribu seorang, nunggu sampai muatan penuh dulu. Kalau mau sewa per perahu untuk sendiri, baiknya ditawar dulu. Harga dibuka 150 ribu, kenanya 100 ribu. Kita sewa satu perahu supaya lebih bebas, lebih lama ngikutin maunya kita. Bisa lebih puas ambil gambar, lebih lama singgah di Batu Cinta, dan lebih-lebih lainnya, misalnya mau menepi di bagian danau sebelah mana, pendayung perahunya akan nurutin kita. Malahan dia juga ngasih saran kemena-kemananya……. 

 

 

“Hujan Jatuh Di Atas Situ Patengan”

Perahu melaju…eh, hujan deras lagiii….perahunya bocor di sana-sini….wahh serrruuuu….. Nuansa danau di waktu hujan deres begitu malah jadi bagus banget, berkabut dan muram. Jadi..pengen berlama-lama nih…..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

MAMAKU KOKI HANDAL !

walaupun masakan mama nggak sekece masakan koki hotel bintang 5, tapi masakan mama tetap paling penuh cinta. aku cinta masakan mamaku!

Mind Release

Relax is the key to the higher conscience

ocehan

Just another WordPress.com site

Mata, Rasa & Kata Muadzin

Wadah. Agar tertampung. Tak terbuang.

%d bloggers like this: