TAHU SUSU LEMBANG
02 Jan 2012 Leave a Comment
in Jalan Jalan Tags: bandung, Lembang, tahu, wisata
Hari Minggu tanggal 20 November 2011 aku dan para ibu dari asal RW yang sama, pergi berwisata ke Lembang, Bandung – Jawa Barat.
Tempat yang kita datangi ini untuk yang belum pernah kesana, mungkin akan sedikit tertipu dengan penampakan gerbang masuknya yang mirip-mirip POM bensin :
Jalan Raya Lembang Nomor 177 tepatnya lokasinya.
Ada apa di dalam sana? Ada tahu . Hahaha, pastinya. Ya tapi apa cuma itu? Tidak hanya itu dan juga bukan tahu yang umumnya dijual di tempat belanja seluruh Indonesia.
Keistimewaannya adalah tahu disini dibuat dengan campuran susu murni jadi rasanya sangat lain dengan tahu yang hanya berbahan kedelai saja. Lebih gurih dan lembut, dan yang paling penting adalah tanpa tambahan bahan pengawet. Makanya dalam bentuk mentah, tahu paling lama hanya bisa bertahan 2 hari di dalam lemari es. Lebih dari itu kesegaran dan kemurniannya akan langsung berkurang karena pasti sudah disusupi jamur atau bakteri.
Masuk ke dalamnya setelah melewati gerbang yang sedikit menipu tadi, ternyata bukan sekadar tempat jajanan tapi pabrik tahunyapun ada disana!
Kita bisa langsung melihat proses pembuatan tahu susu sejak awal perebusan hingga pengemasan. Makanya dijamin, tahu yang kita beli disana pastinya masih segar, fresh from the factory. Masih anget ..
Adonan tahu yang mirip dengan bubur itu melewati lagi beberapa tahapan sebelum akhirnya dicetak dan dibiarkan beku.
Nah, pengunjung bisa beli langsung tahu susu sebagai oleh-oleh. Mau yang putih atau yang kuning?
Di sisi lain bagunan yang berfungsi sebagai tempat mengolah tahu susu, berderet kios yang menjual aneka produk berbahan tahu susu. Mulai dari tahu susu goreng, kembang tahu susu, krupuk tahu susu, kupat tahu susu, baso tahu susu, batagor, sampai makanan lain yang nggak ada tahunya, seperti mi kocok Bandung, spaghetti dan aneka minuman.
Tempat ini cocok buat wisata keluarga karena ada fasilitas bermain untuk anak.
~~~~~
The 34th JGTC 2011
02 Jan 2012 Leave a Comment
in MUSIC Tags: FEUI, Jazz, JGTC, music, UI
JGTC = Jazz Goes To Campus, tempatnya di Kampus FEUI Depok. Tahun 2011 adalah ajang JGTC yang ke 34!
Sebetulnya kami nggak mania jazz atau JGTC fanatikers. Kenapa kami beberapa kali datang setelah sudah tinggal jauh di Bekasi, agak sulit juga dijawab. Mungkin karena nostalgia jaman mahasiswa. Pengen nonton artis tertentu yang tampil juga tidak, ketagihan mungkin .. haha.
Hari H tanggal 4 Desember, Minggu. Hajatannya dijadwalkan siang menjelang tengah hari sampai tengah malam. Makin malam makin top juga yang perform. Kami, berhubung tinggalnya jauh dan besoknya Senin pula, ada yang kerja ada yang sekolah, nggak berani pulang terlalu malam karena takut nggak bisa bangun pagi. Maka jadilah menikmati yang ada sesuai waktu yang bisa kita kompromikan.
Waktu datang ke lokasi, sekitar hampir jam 11 siang, kami agak heran koq masih sepi? Padahal tahun lalu wah ramainya sampai sesak. Tapi ternyata setelah lewat jam 2 siang yang datang mulai banjir. Rupanya mungkin mereka sudah punya gebetan masing-masing yang akan ditonton
.
Ada satu band yang menarik perhatian aku waktu lihat jadwal performance di 3 panggung konser, yaitu Tribute to Level 42 Band asal Indonesia. Aku termasuk penggemar Level 42, band asal Inggris yang leadernya Mark King itu, sejak SMP. Jujur setelah album “Staring at The Sun” aku sudah nggak sempat ngikutin perkembangannya lagi karena berbagai alasan klise, kuliah lalu berumahtangga. Tapi walau bagaimanapun masih lekat di ingatan dan di lidah, lirik-lirik lagu di awal kemunculan Level 42 di jagat musik komersial. Lessons In Love, Running In The Family, Something About You, adalah di antaranya.
Sayangnya Tribute To Level 42 Band nggak tampil lama, hanya beberapa lagu. Aku hanya sempat merekam performance mereka satu lagu saja : “Lessons In Love” (klik untuk lihat videonya).
Enjoy
KUMPUL-KUMPUL TEMAN LAMA
05 Feb 2011 Leave a Comment
in DAILY LIFE, Kesibukanku Tags: reuni
Sejak buka akun di salah satu jejaring sosial, mulai deh nyambung lagi sama teman-teman jaman sekolah dulu. Mulai dari teman SD sampai teman kuliah komplit.
Salah satu eksesnya adalah niat pada pengen ketemuan, yah, setelah lama banget nggak ketemu, walaupun sudah liat tampang masing-masing di foto profil, mungkin memang lebih afdol ya kalau sesekali kumpul lagi.
Bertempat di Cilandak Town Square, suatu hari di bulan Januari (ceile) jadilah reuni kecil-kecilan itu. Senang rasanya bisa berbagi cerita, ketemuan, walaupun nggak semua teman yang kepingin ikut bisa datang, semoga lain waktu bisa kumpul lagi dengan lebih banyak teman.
ANGGREK
01 Sep 2010 2 Comments
in Anggrek, BUNGAKU Tags: Anggrek, anggrek bulan, bunga, dendrobium, tanaman hias
ANGGREK
WARNA SAMA, BEDA BENTUK KELOPAKNYA
Aku suka bunga anggrek awalnya karena aku suka bunga. Aku juga suka tanaman hias meskipun dia nggak berbunga. Tanaman memberi warna hijau yang sejuk di lingkungan rumah, membersihkan udara dari polusi, dan membuar rumah tinggal terasa nyaman.
Bunga adalah sebuah karunia yang lain lagi, penuh keajaiban. Warna warni yang membentuknya muncul dari mana? Begitu saja, dari udara, dari tanah, dari tetes-tetes air yang membasahinya….
Bunga di lingkungan rumah membuat rumah jadi hidup, berwarna, riang. Bisa juga ngedongkrak mood.
Lalu keistimewaan lain dari anggrek yang bikin aku jadi makin takjub : bunganya awet alias tahan lama. Lama banget bisa sebulan dua bulanan. Bandingkan umpamanya dengan melati gambir yang tahan cuma sehari, adenium tiga hari, kenanga beberapa hari, wijaya kusuma yang malah cuma semalam saja.
Kemudian ternyata aku juga menemukan kalau bunga anggrek sangat banyak variannya. Hobi ini kayanya bakalan gak ada habisnya jadinya…..
Sekedar contoh, coba lihat dua foto anggrek warna ungu di bawah ini…..
Nah, apakah keduanya bunga yang sama ?
ANGGREK JENIS DENDRO
Koleksi pertamaku adalah anggrek jenis dendrobium. Jenis ini cukup gampang perawatannya, jadi cocok untuk mengawali belajar memelihara anggrek.
Satu dua koleksi pertamaku lancar, tumbuh sehat dan juga subur. Buktinya dia cukup rajin berbunga.
Lalu setiap lewat tukang kembang yang mejeng anggrek jadi jualannya, aku mulai larak-lirik. Wah, belum punya nih bunga yang ini…..
Begitu aja terus sampai lama-lama anggrekku jadi lumayan banyak!


Anggrek ternyata juga berbunga tak kenal musim. Musim panas, musim hujan seharian, kalo dia mau berbunga ya hayo aja……
Nggak cuma rajin berbunga, lama kelamaan mereka juga berbagi tunas-tunas baru. Tunas yang tumbuhnya di tengah batang biasanya akan aku pisah dari batang induknya supaya nggak memberati induk. Tunas yang begini banyak sekali, nggak mungkin kalo mau kurawat semua…jadi aku menggratiskan aja buat yang mau, asal bener-bener dirawat….
Dari sebuah pameran anggrek, suatu hari aku menemukan sebuah stan yang menjual anggrek dendro dari jenis yang super. Ia bisa mencapai tinggi tiga meter lebih dalam pertumbuhannya.
BUAH ANGGREK
Belum lama ini salah satu koleksi dendroku yang warna ungu malahan berbuah! Baru kali ini aku tahu, seperti itu buah anggrek…..
Ada lagi anggrek jenis lain yang masuk ke kebunku, yang ini namanya “golden shower”. Bunganya kecil-kecil tapi aku suka sama warna cerahnya yang terang banget….
ANGGREK BULAN
Rupanya suami lama-lama ketularan juga sama hobiku. Dia coba-coba mengoleksi anggrek jenis lain, anggrek bulan.
Awal mulanya aku sama sekali ragu anggrek bulan mau hidup di rumah kita. Pasalnya cuaca harian di daerah kita dominan panas terik, sementara setahuku anggrek jenis itu kan butuh cuaca yang adem dan lembab. Sayang kan kalo udah dibeli mahal taunya mati…..
Tapi nggak putus asalah, demi bunganya yang besar dan cantik, kita pasang net untuk teduhan si anggrek. Berhasil! Dia tumbuh dan berbunga……


POSYANDU
15 Jun 2010 2 Comments
in Kesibukanku Tags: posyandu
PERAYAAN ULANG TAHUN POSYANDU
Hari Senin tgl. 14 Juni 2010 yang lalu, dalam rangka perayaan ulang tahun Posyandu di RW tempat tinggalku di Cikarang Baru, kami buat acara sederhana untuk menyenangkan hati anak-anak terutama balita. Tapi di sisi lain, acara ini juga dibuat untuk menambah pengetahuan ibu-ibunya, sekaligus menyenangkan hati dan isi kantong mereka pula … Hmmm, boleh juga kan acara ini ? Sekali dayung banyak lapisan usia yang terbahagiakan …
Buat sasaran utama acara ini yaitu anak-anak, kita undang penghibur yang memang jagonya ‘megang’ anak-anak kecil : badut-badut sulap. Mereka komunikatif banget, dan sangat siap dengan macam-macam cara untuk membuat anak tersita perhatiannya. umumnya anak-anak itu sangat senang dan jadi berani tampil, tapi ada juga beberapa yang takut sama Om Badut …
Nah, setelah anak-anak itu tersita perhatiannya ke si Om Badut yang kocak, giliran para Ibu yang ‘digarap’ … hehehe. Sementara itu anak-anak menuju tempat rahasia supaya tidak mengganggu acara penyuluhan buat kaum Ibu … ayo Om, cabuuut !!!!
… sementara itu di suatu tempat rahasia, anak-anak terpisah dari ibu-ibunya setelah ‘diculik’ oleh Om Badut …
Sambil mendengar penjelasan seputar susu dan balita, ibu-ibu bisa belanja stok susu buat balitanya di konter yang sudah siap melayani pembeli hari itu. Murah nih, jauh di bawah harga pasar !! Ayo borong ….
Alhamdulillah …. Acara usai tepat sesuai jadwal yang direncanakan … anak-anak senang, ibu-ibunya juga riang, tinggallah para kru dan pengurus Posyandu yang letih tapi puas. Oke deh, mejeng dulu ya … klik !! Lho, udah tho, nggak terasa ah ….
Sampai jumpa semuanya, semoga kelak kami bisa buat acara semacam ini yang lebih dalam segala-galanya …………….
Ucapan terima kasih kepada :
* PT Nestle Indonesia.
* Seluruh kru roadshow yang terlibat.
* Seluruh pengurus Posyandu RW 08 Kelurahan Jayamukti Cikarang Baru.
* Seluruh warga yang turut meramaikan acara ini.
ASTANA BIBIS LUHUR, SURAKARTA HADININGRAT
10 Mar 2010 1 Comment
in PHOTO ALBUM Tags: Astana Bibis Luhur, Makam, Solo

Menaikkan ke dalam mobil segala keperluan yang hendak dibawa ke makam Menunggu prosesi pemakaman ; Krisna membawa abu jenazah Papa.

- Abu jenazah dalam bungkus kain kafan putih diletakkan pada posisinya dengan hati-hati.

Prosesi berikutnya setelah kedua nisan tertanam kokoh adalah memecah sebutir kelapa muda, airnya langsung disiramkan di posisi kepala

Semua kerabat dan teman yang hadir mengamini doa bersama yang dipimpin oleh Pak Uztad, mengakhiri prosesi pemakaman abu jenazah Papa

Sebelum meninggalkan pusara Papa, Ayah dan Pak Irwan menyempatkan membasahi pusara dengan beberapa siraman air
Beberapa Bulan Kemudian
Bulan November tahun yang sama, Mama dan Krisna punya kesempatan nyekar sedangkan aku masih menunggu waktu dan lain-lain …
Seperti ini kondisi makamnya :
TANAMAN WIJAYA KUSUMA
17 Jan 2010 18 Comments
in Bunga Wijaya Kusuma, BUNGAKU Tags: bunga langka, bunga wijaya kusuma, cactus, flower, kaktus, tanaman wijaya kusuma, wijaya kusuma
Tanaman wijaya kusuma termasuk dalam famili kaktus. Menurut para ahli botani, tanaman ini asalnya dari hutan tropis di Amerika Selatan. Ia mampu hidup di daerah yang bersuhu sedang hingga tropis.


Bagian batang dan daun pada tanaman ini baru dapat dilihat bedanya setelah ia berumur cukup tua. Daun berbentuk pipih, halus tanpa duri, warnanya hijau, ada tulang daun di tengahnya. Sekeliling tepi daun ada lekukan-lekukan tempat bakal daun atau bakal bunga muncul. Daun yang menua akan mengeras dan mengecil membentuk batang tanaman.
Aku punya tanaman ini sudah beberapa tahun, lupa persisnya dari kapan, ambil bibit steknya dari punya Om di Karawang. Ya, gampang sekali cara pembiakan tanaman ini, seperti kaktus umumnya deh! Cukup stek batang atau daun aja. Kalau sukses, beberapa minggu akan muncul bakal daun di lekukannya. Ia akan tumbuh memanjang terus, jadi baiknya dikasih senderan supaya nggak rubuh, atau diikat di pagar. Kalau nggak mau tumbuh tinggi, harus rajin dipotong. Jangan dibuang potongannya! Sayang, tanam aja lagi biar berumpun nanti.
Seingatku ia sudah beberapa kali berbunga. Setahun bisa sampai dua kali, tergantung cuaca sih kayanya. Nah, sudah dua bulan ini Cikarang hampir tiap hari hujan, kadang deres, seringnya rintik-rintik. Kalaupun nggak hujan, pasti mendung seharian. Cuaca seperti itu bikin udara sehari-hari jadi ekstra dingin. Ini memicu tanaman menumbuhkan bunga.
Bunga Wijaya Kusuma
Bunga wijaya kusuma tidak mudah munculnya, tergantung pada iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaan. Oya, mungkin juga tergantung siapa pemilik tanaman……he. Ini sih kata orang lho!
Bunga akan merekah hanya satu kali saja. Perhatikan : HANYA SATU KALI SAJA!! Waktu merekahnya dimulai pada menjelang tengah malam. Pada waktu ia merekah penuh, yaitu pas tengah malam, diameternya mencapai 10-15 sentimeter. Kelopak bunga warnanya putih bersih. Saat mekar ia mengeluarkan bau yang amat wangi….(*hiiiii…). Semakin menjelang pagi ia makin menguncup kembali, dan takkan mekar lagi untuk selama-lamanya…..
Proses Mekarnya Si Bunga Langka
Seperti inilah keadaan bunga wijaya kusuma yang akan mekar malam harinya. Hari itu seharian Cikarang hujan rintik-rintik. Tanaman dan bunga yang aku taruh dibawah naungan pohon basah.

Hari masih jam 7.30 malam, tapi bunga sudah menunjukkan tanda-tanda mulai merekah. Lihat kuncup mulai membuka. Ini rasanya pengaruh dari cuaca yang sedang musim hujan, sangat dingin dan lembab, sehingga mempengaruhi awal proses mekar bunga ini. Waktu cuaca nggak sedingin ini, biasanya dia baru menunjukkan tanda akan mekar sekitar jam 10 malam.







Selang satu jam berikutnya rekahan semakin lebar. Ini benar-benar cepat. Biasanya diluar musim penghujan posisi bunga seperti ini ini dicapai sekitar jam 11 lewat. Dalam keadaan kaya gini, bau wanginya sudah tercium. Nggak perlu deketin hidung ke kelopak, wong jarak beberapa meter aja udah kecium wanginya….uhmmm.



Belum jam sepuluh malam tapi bunga wijaya kusuma sudah mendekati mekar sempurna….hebat!! Ini artinya dia akan mengalami fase merekah sempurna yang lama juga nih, lebih dari dua-tiga jam.


Betul kan? Belum jam 12 malam tapi bunga sudah mekar sempurna. Coba kita lihat…


Hari makin malam, cuaca diluar juga makin dingin dan angin juga lumayan kenceng. Titik hujan masih sesekali membagi basahnya.
Hoahhhemm! Ngantuuk berat. Nggak tahan lagi, aku tidur aja deh. Kita lihat besok pagi akan seperti apa dia….

“Heavenly Beautiful”



LIBUR AKHIR TAHUN 2009 : SITU PATENGAN – KAWAH PUTIH – RANCA UPAS
07 Jan 2010 Leave a Comment
in DAILY LIFE, Jalan Jalan Tags: babe, bandung, roemah keboen, rumah kebon, saung angklung mang udjo
ET CETERA

TANGGAL 30 DESEMBER 2009 : SAUNG ANGKLUNG MANG UDJO
Dua hari lagi menuju pergantian tahun 2009. Kita sudah tiga hari keliling Ciwidey. Puas sih belum, relatif. Kalau ada yang tanya ke aku, masih mau nggak kapan-kapan kemari lagi? Jawabnya : mau! Banget! Kenapa? Sebab suasana daerah sini aku suka. Pegunungannya, pemandangan hamparan kebunnya, kabutnya, dingin sejuknya, makanan khasnya, buat aku semuanya ngangenin. Ngeliat pegunungan membuka gambar baru tentang bumi yang kita injak sehari-hari, yang datar, beralas semen, keramik, berpagar beton, berangin dingin AC, kipas angin….. Gambar yang sekarang lebih indah, membumi, natural, murni, tak tersentuh teknologi moderen. Gambaran bumi kita di waktu dulu……
Jadi, ngapain kita hari ini?
Ayah sudah punya rencana idamannya : ke Bandung. Lokasi tepatnya ke Saung Angklung Mang Udjo, di daerah Bandung Timur di jl. Padasuka. Rasa-rasanya Ayah terlalu penasaran sama tempat itu. Puter-puter kita cari lokasinya, sampai keliling dua kali di jalan yang sama! Hhhh…syukur alhamdulillah ketemu, masa enggak sih.
Sebelum masuk pintu pagar tempat ini, nggak terbayang kalau suasana di dalamnya akan rimbun dan teduh banget. Kejutan yang menyenangkan! Umpama dijadikan penginapan pun bagus. Suasana tempatnya ditata cantik, dirimbuni rumpun bambu dimana-mana sehingga teduh dan ‘homy’. Setitik oase di tengah hiruk pikuk kota Bandung, begitulah kira-kira.

Di banyak tempat di areal ini dibangun saung dari bambu, lesehan atau juga ada yang dikasih seperangkat meja kursi, dari bambu tentunya. Ada semacam auditorium di tengah lokasi, yang sepertinya dipakai acara pementasan-pementasan yang melibatkan alat musik bambu. Ada perangkat lengkap angklung dan alat musik sejenis yang terbuat dari bambu juga di pangung. Dilengkapi pula sound sistem dan tata cahaya panggung. Katanya, tiap sore jam empat ada pertunjukan. Mungkin nanti kita nonton ya…..
Masuk lebih dalam suasana seperti di pedesaan jaman dulu. Hahhh….?? Ada sumur timba di tengah lapangan rumput, ada timbanya beneran, siapapun boleh bernostalgia : nimba cin…yuuuk. Habis mandi isi lagi kolamnya sampai penuh….hehehe…..itu cerita jaman dulu tahun 80-an. Dan di abad 20 ini masih ada disini jejaknya, di tengah kota besar!


Di satu sudut ada kandang kambing tradisional berbentuk panggung. Kambingnya mengembik-embik kalau kita datangi…hihihi, mungkin dia negur kita ya : “hei, ngapain sih kemari-mari….ganggu aku lagi santai aja….!” Temannya si kambing juga ada, ayam kate berkeliaran di kebun.

Di mana-mana di atap saung dijalari tanaman rambat yang berbunga cantik dan kontras dengan hijau yang dominan disini. Jalan setapak disusun dari batu-batu alam yang tak beraturan bentuknya. Suara gemericik air datang dari satu sudut curug kecil alami. Lumut tumbuh di banyak tempat, di tanah dan di atas batu.

Nggak cuma tanaman yang jadi penduduk tempat ini, dekat toko suvenir ada kandang binatang isinya…kalong! Kasian cuma satu……..kan jadi nggak ada temen ngobrolnya, hehe…….

Duduk di salah satu bangunan saung, betah rasanya berlama-lama, meluruskan kaki sekaligus pikiran yang seliweran. Nggak perlu tukang pijit refleksi. Nggak perlu mandi air anget. Cukup segelas bandrek anget disruput pelan-pelan……wihhhhhh….sedddappp!

Di tempat inipun kita bisa lihat langsung pembuatan alat musik tradisional Jawa Barat, angklung. Bahkan kalau minat boleh beli langsung sebagai cinderamata. Berbagai kerajinan tangan terbuat dari bambu juga dijual di tempat ini, mulai dai gantungan kunci berbentuk angklung, anyaman yang dibuat dompet, tas, sendal jepit, batik khas corak Jawa Baratan, boneka wayang golek dan juga ada bermacam hiasan dari ukiran kayu berbentuk bingkai cermin, binatang dan topeng. Semua benda berlabel “saung angklung mang udjo”.
Kalau perut dah mulai merintih, di dalam lokasi dekat pintu masuk ada rumah makan kecil, hampir nggak kelihatan. Ada dibalik tembok bata yang sudah penuh tertutup tanaman jalar warna ijo. Nggak ada tanda atau tulisannya dan kelihatannya sengaja dibuat begitu. Waktu kita kesana, menu yang tersisa tinggal ayam tulang lunak. Bolehlah! Tambah sambel dan lalapan, nasinya anget, perutnya laper…….nggak ada alasan nolak. Ada kolam ikan koi segipanjang menyambut kita masuk ke tempat makan.
Pulang. Hujan. Dingin. Ngantuk.
Ayah masih ngajak ke Babe. Nisa udah merengek capek….
Maghrib lewat, laper. Makan dimana ya? Coba Roemah Keboen…. Menunya komplit dari Asia, Eropa, Amerika. Enak…..no comment! Besok-besok kesini lagi eksplorasi menu.

BERITA DUKA
Hari ini telah berpulang ke rahmatullah, mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid. Semoga perjalanan beliau lancar menuju-Nya. Naikkan bendera merah putih setengah tiang tanda berkabung selama 7 hari penuh untuk menghormatinya.























































































































Recent Comments